BERBAGI KATA, BERBAGI RASA, BERBAGI CERITA

Jumat, 22 Agustus 2014

DI BUANG SAYANG

BERMIMPI DAN BERBAGI
            Catatan ini dituliskan di akhir tahun 2011 untuk menyambut tahun baru 2012. Catatan ini berisi resolusi yang sebenarnya diikutsertakan dalam salah satu lomba menulis. Daripada di buang sayang, akhirnya diposkan dalam blog ini. yuuk check this out... :D 
          Tahun 2011 sudah akan beranjak dari setiap kenangan, harapan, dan impian. Ketika manis dalam bahagia juga saat kepahitan melanda.  Mari mengucapkan selamat datang untuk dunia yang sesungguhnya welcome in the jungle tentunya dengan sejuta harapan dan impian. Saatnya menorehkan peta impian dalam lembaran baru juga semangat baru.
PETA GAPAI CITA
            Peta impian…ya  kebiasaan membuat sebuat peta sudah ku awali saat ku duduk di bangku SMA. Mungkin beberapa tahun yang lalu kawan. Aku mencoba menggambar setiap tujuan dan alternatif-alternatif  tujuan yang ingin ku raih. Aku canangkan setiap target dalam jangka waktu tertentu. Target itu mencakup hal apa saja yang bisa  ku raih dalam usia tertentu. Memang banyak orang yang menertawakan saat melihat peta yang ku beri nama Peta Gapai Cita ini. Isi dari peta itu kini hanya sebuah coretan-coretan tentang segala hal yang bisa ku capai. Misalnya saja ketika aku mencanangkan juara paralel se-SMA, beberapa kali meraih juara dalam perlombaan akuntansi, juga kuliah dengan beasiswa saat ini. Semuanya saya awali dari menggambar peta, kawan. Bukan bermaksud untuk pamer atau menyombongkan diri, aku hanya ingin berbagi pengalaman saja. Karena mungkin tak banyak hal yang bisa ku bagi dan ku beri dalam kehidupan yang singkat ini.
           Alhamdulillah aku selalu bersekolah di sekolah favorit. Status dan pekerjaan orangtua ku tak membuat ku patah semangat dan memupuskan harapan. Bagiku Bapak adalah inspirator terbesarku dan ibu adalah motivator paling ulung. Sejak kecil kehidupan kami sangat sederhana. Namun Tuhan selalu mencukupkan kebutuhan kami. Alasan inilah yang membuat ku terpacu untuk maju dan bekerja keras. Hal yang membuat semangat ku makin menggila. Karena aku yakin dengan impian, tekad, dan semangat aku bisa meraih mimpi-mimpiku.
             Akhirnya dengan kerja keras dan invisible hand dari tangan-tangan ajaib dari entah dari mana datangnya (tapi aku yakin dari kebaikan Allah SWT), aku bisa melanjutkan kuliah dengan beasiswa penuh sampai lulus dan beasiswa untuk biaya hidup sehari-hari. Dan sampai saat ini aku masih berharap keajaiban Tuhan tetap menyertaiku. Seperti kata Bang Andrea Hirata “orang seperti kita akan mati tanpa mimpi dan semangat”. Jujur saja aku banyak terinspirasi dari novelnya Andrea Hirata. Bahwa untuk mencapai mimpi yang kita harapkan itu tidak mudah. Butuh kerja keras, tekad, semangat, dan keyakinan. Jika pembaca ada yang mengalami keadaan sepertiku, janganlah menyerah karena keadaan, namun tetaplah berpegang teguh pada apa yang kamu yakini. Karena hanya dengan keyakinan kamu akan memiliki tenaga dan spirit yang luar biasa.
            Alhamdulillah teriring air mata yang tak henti menetes karena perjuangan. Ijinkanlah kebahagian kecil ini ku persembahkan kepada orang-orang terhebat dan luar biasa. Orang yang tegar memberikan harapan….orang yang sabar memberikan dukungan…. yang terluka dalam diammu… yang berdoa dalam setiap sujudmu…#wisuda september 2014... :D. Namun ini bukanlah akhir dari perjalanan mencapai tujuan. Ini merupakan awal. Awal untuk mengumpulkan kembali serpihan semangat untuk mengembalikan investasi yang telah dipercayakan kepada saya. Semoga Allah masih bersamaku di awal sebuah perjalanan yang membutuhkan pengorbanan yang lebih besar lagi.
          
TAMAN BACA
            Hanya sebuah semangat dan ketulusan membantu orang lain meraih mimpinya juga merupakan salah satu tujuan dari hidupku selain segala  impianku. Aku berniat untuk menularkan spirit dan semangatku kepada orang lain. Salah satu rencana dan resolusiku tahun 2012 ini adalah merintis sebuah gagasan untuk memuaskan hasratku berbagi kepada sesama, terutama mereka yang memiliki nasib sepertiku. Aku ingin ketika ada orang lain yang nasibnya kurang beruntung dapat memiliki spirit, motivasi, dan semangat untuk berjuang menembus batas. Dan gagasan itu akan ku wujudkan dalam sebuah ide yang ku beri nama taman baca. Mungkin ini hanya sebuah wujud dari pengabdianku sebagai seorang calon guru. Amin.
            Taman Baca impianku adalah sebuah tempat layaknya perpustakaan yang diperuntukkan terutama untuk anak-anak yang berdomisili di sekitar daerah tempat tinggalku. Ide atau gagasan untuk mendirikan taman baca muncul ketika melihat anak-anak di sekitar daerah tempat tinggalku yang dalam kesehariannya hanya bermain tanpa memberikan manfaat. Aku sangat kecewa ketika mereka kurang memiliki minat untuk membaca. Apalagi dengan adanya arus modernisasi saat ini. Anak-anak dicekoki oleh hal-hal yang dapat merusak moral.
            Alhamdulilah di tahun 2014 ini walau masih sederhana setidaknya sumber bacaan ini dapat terealisasi berkat bantuan dari berbagai pihak. Terima kasih untuk penerbit Diva Press dengan #aksisejutabukugratis dan PT Gramedia Pustaka. Kini anak-anak setidaknya bisa memiliki sumber bacaan walaupun masih sangat sedikit.

        

            Aku memiliki banyak keterbatasan, tapi mimpiku tak terbatas pada keterbatasan yang kumiliki. Mimpiku melambung menembus batas pemikiran. Semoga Allah masih memeluk mimpi-mimpiku.
-wanita yang sedang berjuang meraih mimpinya-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar