BERBAGI KATA, BERBAGI RASA, BERBAGI CERITA

Senin, 04 Februari 2013

AIR MENGALIR

Air…… hidup laksana air  mengalir….
Beberapa orang yang tidak sepaham mendebatkan bahwa sifat seseorang yang seperti air relative tidak begitu baik. Hidup yang seperti air mengalir berarti menjalani kehidupan seadanya saja, terbawa arus, dan tanpa memiliki tujuan yang jelas. Selain itu sifat air yang mengalir dari atas ke bawah menggambarkan suatu keadaan yang sudah semestinya tetapi turun derajat ke posisi yang lebih rendah.

Dari sekian ketidakbaikan sifat air….masih tersimpan beberapa kebaikan dari sifat air.
Air yang mengalir pasti larinya akan ke muara yaitu laut. Berarti orang yang seperti air memiliki tujuan hidup yang jelas dan pasti. Air selalu menikmati proses kehidupan. Walaupun saat dalam perjalanan ke muara air menemui beberapa hambatan, tetapi air tetap saja mengalir. Saat air dikencingi, diberaki, terhalang oleh sampah dan ranting, tetapi air diam…..air tetap mencari celah untuk menerobos agar tetap bisa mengalir….. Dalam mencapai tujuannya orang yang bersifat seperti air menyadari bahwa untuk mencapai tujuan akan menemui banyak cacian, makian, halangan, dan rintangan. Tapi air tetap menikmati proses itu.

Air itu diam….air itu tenang…saat kau lempari air dengan batu, maka air akan beriak-riak. Tapi riangnya hanya sebentar, dan setelah itu tenang kembali. Namun saat air sudah tak kuasa menahan arus yang kian besar, air akan menghanyutkan siapapun yang ada dihadapannya.
Bila dianalogikan dalam kehidupan manusia, orang yang memiliki sifat seperti air berarti dia tergolong orang yang diam dan tenang. Tetapi di saat ada orang yang mengganggu ketenangannya, maka ia akan bereaksi. Aksi dan gangguan yang kecil masih bisa ditolerir, tetapi saat dia sudah tak kuasa lagi menahan beban dari gangguan itu,, maka dia akan bereaksi lebih besar dan bahkan bisa melukainya.

Minggu, 13 Januari 2013


SEKILAS TENTANG 5 CM

                  Judul Buku             : 5 cm
                  Pengarang              : Donny Dhirgantoro
                  Halaman                : i-x dan 381 lembar
                  Penerbit                 : PT Gramedia

Kini aku tahu jawabannya....mengapa orang-orang rela mengantri berjam-jam demi mendapatkan selembar tiket film. 5 cm.... 5cm bercerita tentang persahabatan, mimpi, dan cinta.....
Tentang bagaimana sikap kita menghadapi mimpi-mimpi kita...tentang kepedulian dan kegilaan 5 sahabat.Selain itu penulis juga menceritakan perjalanan 5 tokoh dalam menggapai puncak Mahameru. Penulis menceritakan bagaimana indahnya Puncak Mahameru.... Perjuangan tanpa henti disertai dengan keyakinan..
Perjalanan ke Mahameru tidak hanya sekedar perjalanan naik gunung biasa. tapi di sana ada perjalanan hati. Sepanjang pendakian ke Mahameru 5 tokoh belajar tentang bagaimana manusia mensyukuri nikmat Tuhan, kerendahan hati, dan perjuangan tak kenal lelah.
Recomended deh pokoknya..... yang belum nonton film nya ayo segera nonton...yang sukanya baca...cepetan deh baca.... ini ada beberapa kutipan favoritku di novel ini....
 Kutipan Favorit
 “Jadi kalo kita yakin sama sesuatu, kita Cuma harus percaya, terus berusaha bangkit dari kegagalan, jangan pernah menyerah dan taruh keyakinan itu di sini…” Zafran meletakkan telunjuk di depan keningnya.
“Betul…banget. Taruh mimpi itu di sini…,” Genta melakukan hal yang sama.
“Juga keinginan dan cita-cita kamu, “ujar Arial.
“Semua keyakinan, keinginan, dan harapan kamu ….,” Riani berkata pelan
“Taruh di sini …., Dinda ikut meletakkan telunjuk di depan keningnya.
Muka Ian tampak menyala, matanya mengkilat diterangi cahaya api unggun. “Betul! Begitu juga dengan mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar taruh di sini.” Ian membawa jari telunjuknya menggantung mengambang di depan keningnya …
“Kamu taruh di sini… Jangan menempel di kening.
Biarkan….
Dia…..
Menggantung …..
Mengambang ….
5 centimeter….
Di depan kening kamu…..”
“Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu liat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu aka berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejar mimpinya sampai dapat, apa pun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri….”
“…. Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan …. Sehabis itu yang kamu perlu Cuma….”
“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.”
“Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja….”
“Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya …”
“Serta mulut yang akan selalu berdoa …”
“Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan Cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaaan. Tapi seorang yang sellalu percaya akan keajaiban mimpi, keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkakulasikan dengan angka berapapun …. Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya.”
“Percaya pada…. 5 centimeter di depan kening kamu.” (Donny Dhirgantoro: 361-363)