Pertama posting baru kali...
bukannya sok sibuk atau gimana.... tapi belum sempet aja n bingung mau nulis apa.
Teman, kali ini aku akan sedikit cerita tentang arti kehidupan.
Hidup itu kesederhanaan, hidup itu bagaimana kita bersyukur dan menikmati setiap jengkal langkah dan setiap hirupan nafas.
Aku punya satu kisah, ini tentang seorang anak. Sebut saja namanya Ratna, ia lahir dan besar dalam keluarga yang berkecukupan, baik itu harta maupun kasih sayang. Tetapi dalam kesehariannya, ia selalu merasa kesepian. Selain karena dia anak tunggal, dia juga sulit untuk bersosialisasi dengan temannya. Ratna, dia gadis yang cantik, polos, dan lugu. Aku suka dengan gaya bicaranya.Sobat, mungkin ketika kalian melihat ratna untuk yang pertama kali, kalian akan merasa heran. Dia seperti anak yang terbelakang, tapi sebenarnya TIDAK. Dia hanya sulit untuk berkomunikasi dengan lancar.Itu disebabkan karena ia lahir prematur. Bayangkan saja, ketika dia terlahir ke dunia, ia hanya berbobot 17 ons. Sebulan ia baru bisa merasakan hangatnya pelukan ibunda. Karena sebelumnya ia harus merasakan hangatnya aliran listrik di ruang inkubator.
Aku sempat tak kuasa ketika dia berkata seperti ini "Mbak, dunia ini jahatnya"
Dalam batinku, Oh ya Allah..kenapa dia berkata seperti itu,,, padahal aku merasa, dia itu hidup enak, hidup berkecukupan, penuh belaian kasih sayang... Tapi kenapa Ratna memiliki pemikiran seperti itu???
Aku terus mencoba untuk meyakinkan Ratna "Dik, hidup itu indah kok, tapi tergantung bagaimana kita menikmatinya dan selalu bersyukur atas pemberian-Nya. Kalau kita merasa diperlakukan tidak adil, maka Allah tidak akan tinggal diam dik, Allah itu Maha Tahu,,, dan semua perbuatan manusia di dunia ini akan mendapat balaan suatu saat nanti."
"Iya mbak aku percaya itu. Tapi saat ini aku merasa dunia ini tidak adil. Teman-teman di sekolah tak ada yang mau berteman denganku. Sekalinya ada, mereka hanya memanfaatkan materi yang dimiliki bapak."
"Mbak tahu dik,,,, tapi yakin aja dik,,, gag semua manusia di dunia ini jahat kog dik"
"Gitu ya mbak? Mbak aku mau tanya kenapa sih di dunia ini harus ada orang jahat?"
"Gini dik, Allah menciptakan isi muka bumi ini,, pasti ada yang jahat dan ada yang baik. Matematika aja ada yang positif dan ada yang negatif. Iya, kan? Jadi sebagai manusia kita juga harus memiliki pilihan, kita mau mengikuti sisi yang baik atau yang jahat. Dan semua perbuatan kita di dunia pasti akan mendapat balasan di dunia maupun di kehidupan nanti setelah di dunia."
"Iya mbak....aku percaya itu."
"Nah, gitu dik, mbak yakin adik bisa...."
Aku sedikit lega. Karena aku hanya ingin membantunya meraih apa yang dia impikan dan orangtuanya inginkan. Aku sadar tantangan ini begitu berat. Dan aku yakin pasti aku bisa. Walau bagaimanapun tugas seorang calon guru adalah membantu mereka-mereka meraih mimpi. Kesuksesan yang dia raih adalah suatu kepuasan batin.
Dari kisah seorang Ratna, aku belajar bagaimana bersyukur.,,bersyukur,,, dan berterima kasih kepada Allah. Walaupun hidup sederhana,, tak punya apa-apa,,,(nge-PLUR dikitlah,,he) tapi aku tetap menikmati hidupku ini. Sejengkal kisah pengalamanku ini, adalah suatu hal yang tak terkira dan tag bisa dinilai dengan berapa pun materi.
Seorang Ratna, yang kini berjuang melawan ketidakadilan.
bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar