BERBAGI KATA, BERBAGI RASA, BERBAGI CERITA

Minggu, 13 Januari 2013


SEKILAS TENTANG 5 CM

                  Judul Buku             : 5 cm
                  Pengarang              : Donny Dhirgantoro
                  Halaman                : i-x dan 381 lembar
                  Penerbit                 : PT Gramedia

Kini aku tahu jawabannya....mengapa orang-orang rela mengantri berjam-jam demi mendapatkan selembar tiket film. 5 cm.... 5cm bercerita tentang persahabatan, mimpi, dan cinta.....
Tentang bagaimana sikap kita menghadapi mimpi-mimpi kita...tentang kepedulian dan kegilaan 5 sahabat.Selain itu penulis juga menceritakan perjalanan 5 tokoh dalam menggapai puncak Mahameru. Penulis menceritakan bagaimana indahnya Puncak Mahameru.... Perjuangan tanpa henti disertai dengan keyakinan..
Perjalanan ke Mahameru tidak hanya sekedar perjalanan naik gunung biasa. tapi di sana ada perjalanan hati. Sepanjang pendakian ke Mahameru 5 tokoh belajar tentang bagaimana manusia mensyukuri nikmat Tuhan, kerendahan hati, dan perjuangan tak kenal lelah.
Recomended deh pokoknya..... yang belum nonton film nya ayo segera nonton...yang sukanya baca...cepetan deh baca.... ini ada beberapa kutipan favoritku di novel ini....
 Kutipan Favorit
 “Jadi kalo kita yakin sama sesuatu, kita Cuma harus percaya, terus berusaha bangkit dari kegagalan, jangan pernah menyerah dan taruh keyakinan itu di sini…” Zafran meletakkan telunjuk di depan keningnya.
“Betul…banget. Taruh mimpi itu di sini…,” Genta melakukan hal yang sama.
“Juga keinginan dan cita-cita kamu, “ujar Arial.
“Semua keyakinan, keinginan, dan harapan kamu ….,” Riani berkata pelan
“Taruh di sini …., Dinda ikut meletakkan telunjuk di depan keningnya.
Muka Ian tampak menyala, matanya mengkilat diterangi cahaya api unggun. “Betul! Begitu juga dengan mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar taruh di sini.” Ian membawa jari telunjuknya menggantung mengambang di depan keningnya …
“Kamu taruh di sini… Jangan menempel di kening.
Biarkan….
Dia…..
Menggantung …..
Mengambang ….
5 centimeter….
Di depan kening kamu…..”
“Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu liat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu aka berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejar mimpinya sampai dapat, apa pun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri….”
“…. Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan …. Sehabis itu yang kamu perlu Cuma….”
“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.”
“Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja….”
“Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya …”
“Serta mulut yang akan selalu berdoa …”
“Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan Cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaaan. Tapi seorang yang sellalu percaya akan keajaiban mimpi, keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkakulasikan dengan angka berapapun …. Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya.”
“Percaya pada…. 5 centimeter di depan kening kamu.” (Donny Dhirgantoro: 361-363)