BERBAGI KATA, BERBAGI RASA, BERBAGI CERITA

Jumat, 30 November 2012

Allah Maha Baik...


Rencana Tuhan terlalu misterius.... terkadang yang kita bayangkan indah dan kita harapkan berlebih tidak diberikan oleh Nya. tetapi digantikan dengan sesuatu yang tidak kalah indah bahkan lebih indah.....
Karena Tuhan tahu bahwa jiwa kita masih lemah bersyukur.... maka Tuhan tidak memberikan apa yang kita minta agar kita terus berusaha dan tidak menyerah.

Terkadang segala daya upaya telah kita kerahkan….tetapi hasil yang kita dapat tidak sbnding dengan usaha keras kita. Namun tetaplah percaya bahwa Tuhan tidak pernah tidur, Dia melihat kita berikhtiar hingga terjatuh, berdarah, dan terseok-seok. Jangan pernah berpikir bahwa Tuhan membiarkan dan tidak menolong kita. Karena kegagalan, penghinaan, cercaan, makian, dan ujian  adalah sebuah tempaan agar diri kita menjadi kuat….karena perjalanan ke depan akan kian terjal. Maka Tuhan mempersiapkan diri kita dengan tempaan-tempaan yang luar biasa.

Percayalah….semuanya akan indah pada waktunya….
Kebaikan yang kita tanam InsyaAllah akan kita petik pada saatnya nanti.

Senin, 23 Januari 2012

MIMPI INDAH YA...^_^ (Oleh-oleh dari Sekolah Alam)

Untukmu yang ada di sana..

Pengalaman ini ku tuliskan ketika aku menjelajah di Sekolah Alam Bengawan Solo bersama seorang sahabatku. Sedikit ku ceritakan tentang Sekolah Alam Bengawan Solo (SABS) yang berada di pinggir atau bantaran anak sungai Bengawan Solo yang berada di sekitar jembatan Juwiring, klaten. Pada awalnya konsep perencanaan pendirian Sekolah Alam ini adalah untuk memanfaatkan dan memfungsikan lahan kosong yang berada di bantaran sungai. Jangan heran bila suasana di sini sangat menyenangkan dan hawanya juga sangat alami. Bakalan betah dan enggan untuk pulang deh….^_^
Fotonya di rumah pohon hlo....asik kan...
Ini rumah pohonnya...
 Konsep sekolah alam di sekolah ini pada dasarnya merupakan konsep pembelajaran yang menyatu pada alam dan menggunakan metode teori-aplikatif yang membuat saya terkesan. Jadi murid bisa memilih ia akan belajar apa pada satu hari itu. Menurut penjelasan Pak Jefri, Kepala SABS dalam satu minggu siswa SABS hanya masuk 5 hari dan sesekali pada hari Sabtu dan Minggu untuk melakukan kegiatan kunjungan atau kegiatan lainnya.
Lanjutnya dalam pembelajaran di SABS tidak hanya terpacu pada ruang kelas, tapi aplikatif. Contohnya saja anak-anak SABS diajari cara menanam tanaman-tanaman yang menghasilkan. Seperti kangkung, cabe, beternak burung dara, dan rencananya mau ternak kelinci dan ikan juga. Mereka dibekali cara-cara menanam, merawat, dan juga metode pemasaran yang sederhana. Anak-anak sendiri harus berkeliling ke rumah-rumah penduduk, ke pasar untuk menjual hasil tanam mereka. Lagi-lagi saya  terkesan.
Selain itu, suasana keagamaan di sana juga sangat terasa. Di sana ada jam sholat bareng. Ngaji bareng. Dan kebersamaan maupun rasa kekeluargaan menjadi hal yang mereka terapkan.
Nah, ini hal yang tak kulupakan dalam kunjungan ku ke sana. Aku sangat menikmati Ketika bermain-main dengan anak-anak sekolah alam yang masih kelas 1 SD. Ada dik Veti, dik Fergie, dan yang lainnya. Mau cerita nih, dik fergie ini awalnya memang anak yang menurutku termasuk aktif. Dia tidak bisa diam saat teman yang lainya diam. Menurut pengamatan pertama kalinya. “Anak ini pasti bandel dan sussah diatur”. hemm… Ternyata dugaanku salah. Fergie adalah anak yang perhatian juga hlo. Dan kebanyakan anak-anak SABS ini sangat welcome dengan orang-orang yang datang ke sekolah mereka… dan tahukah kamu ketika jam bobok siang tiba …. Eng ing eng….
Aku : “Ayo dik fergie bobok ya..,mbak mau pulang dulu, kapan-kapan main lagi.”
Fergie: ora nggagas… tetap dengan kegiatannya sendiri
Aku pun mengalihkan perhatianku kepada anak-anak yang lainnya. Namun tiba-tiba Fergie memanggilku lagi,
“Mbak Zul…”
“iya dik”…..semakin heran
Mimpi indah ya….”
Aku…tersenyum.. (oow…owww)
Oh God senangnye bukan main,,, (keliatan banget ye kagak ada yang ngucapin kayak begono)…jadi alay..hohoho
Ini yang namanya si Fergie....
Yang membuatku terkesan dengan seorang Fergie adalah dengan seusia anak yang kurang lebih masih 6-7 tahun tapi sudah memiliki perhatian dan kepekaan terhadap sekitarnya. Itu yang terkadang saya tidak dapatkan dari sekolah-sekolah umum yang pernah saya temui. Tidak hanya Fergie, tapi juga Vetti dengan kenarsisannya, dan ocha dengan keramahannya.

Bayangin aja gimana gak seneng ketika dalam lingkungan yang belum kita kenal betul, tapi anak-anak ini sudah lengket dengan kita. Aku digandeng kanan kiri oleh ocha, vetti, dan kawan-kawannya. Oh senangnya..
Mereka dengan segala kepolosan dan keunikannya masing-masing. Dan senyum polos mereka kadang membuat ku iri. Hidup mereka tanpa beban. Mereka menjalani semua yang ada di depan mereka dengan rasa senang, ikhlas, dan tulus.

Jujur, aku belajar dari mereka tentang banyak hal. Tentang rasa syukur, tentang kesederhanaan, tentang keterbukaan, dan banyak hal lagi. Menurutku, belajar tidak hanya duduk di kursi dan mendengarkan penjelasan orang lain. Tapi belajar juga bisa berlangsung kala kita mengamati, merasakan, dan terlibat di dalamnya. Definisi belajar tidaklah sesempit definisi buku, sekolah, atau pun internet. Belajar itu dimana saja dengan siapa saja dan kapan saja. Aku pun belajar banyak dari anak-anak di sekolah alam. Aku juga belajar dari pak Yudi (pemilik sekolah alam, Pak Jefri (kepala sekolah alam), dan guru-guru di sekolah alam. Exciting and wonderfull thing….
                                                                                                        -mereka anak-anak yg menginsipirasi-